Rabu, 25 Oktober 2017
Membangun Dunia Berperadaban
MANUSIA YANG ADA
Manusia adalah makhluk besar yang pernah ada mendiami bumi ini dalam skala yang sangat besar bahkan terhampat dari Barat ke Timur dari Utara ke Selatan. Setiap saat terus menambah pengetahuan dan kemudian membaginya kepada seluruh manusia dalam dunia yang berbeda bahasa, komunitas, tempat tinggal dan bahkan keyakinan ternyata manusia lebih mudah memahami komunikasi dan mudah untuk dapat melakukan perubahan dan inivasi ini sangat muskil untuk dilakukan oleh makhluk non manusia yang juga diciptakan oleh Allah SWT Yang Maha Kuasa.
Seakan tidak pernah matinya manusia membangun untuk kepantingannya, masa depannya dan terus berupaya tidak kenal lelah, ia berkawan dengan makhluk liar. menjinakkan hewan liar untuk dijadikan santapan pagi dan malamnya, berupaya untuk berkuasa dengan terus menciptakan kekuasaan lunak, maupun dengan kekerasan dengan mengucapkan berbagai kata-kata manis yang sengaja diproduksinya, seakan ia manusia sangat baik untuk yang lainya padahal untuk kepentinggannya sendiri, mengejar dunia, mengelola dunia dan terus mempengaruhi setian apa yang ada dalam dirinya juga diluar dirinya dalam berbagai profesia yang kemudian menjadi keahliannya sebagai tentara berperang, sebagai polotisi memperdayakan konstituennya, sebagai ahli agama terus saja mempengaruhi umat agar menuruti kemauannya, pokoknya semunya dan segalanya.
antara tradisonal dan moderen, antara kaya dan miskin, antara atasan dan bawahan tidak ada habisanya, seakan ini berjalan sesuai dengan rencana alam dan rencanya. ia terus bergejolak, memikirkan yang tidak ada dan belum pernah ada dalam penglihatannya ia membuat hayalan menjadi kenyataan, ada yang rakus, ada yang tamak, tidak sedikit yang loba bahkan banyak sekali yang berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai lebih dari yang lainnya, kreasi, kreatifitas bahkan kearifan inilah manusia dan berbeda dengan non manusia yang hanya menerima saja, yang hanya menikmati saja yang hanya ya hanya itu-itu saja. makan, minum, kawin, malahirkan, tua dan mati.
manusia tidak sekedar hidup dan mati tidak ahanya sekedar sorga dan neraha, manusia melebihi dari itu manusia terus berkembang otaknya terus membesatr, terus saja tidak pernah ada hentinya, yang lalu buruk kini diperingati menjadi orang baik yang dulunya baik-baik kini terus saja diabadikan kebajikannya bahkan ada yang sangat zhalim seperti ramse, firun manusia itu abadi sebagai iktibar. Tapi bagaimana yang berada pada zona "abu-abu"
semuanya ada dalam pikiran manusia yang bebas terus - terusan berfikir, dan apa yang ia pikirkan kemudian dia tulis dan setelah menjadi tulisan ia juga untuk melaluikannya membacanya kembali dan melihat lagi meneliti lagi hingga menjadi pengetahuan bersama ketika menjadi pengetahuan bersama kita telah dianggap menjadi manusia moderen, segampang itu. lobang tradisional dengan lobang moderen yang kita masuki sekarang.
kita berubah seiring perubahan itu ada dalam banyak pikiran kemudian kita mau menyetukan pikiran kita mengkontruksi segalanya kemudian memaksakan kepada siapa saja yang bisa kita paksakan...maaaf termasuk yang saya ulis paksakan untuk anda baca, maafkan ini sifat dasr kita manusia kawan sejati # 8/1#2014#
Langganan:
Postingan (Atom)
